Halaman

Rabu, 22 Mei 2013

Mengapa Langit Berwarna Biru ?


Pertanyaan seperti judul posting ini sering muncul dan tidak hanya diajukan anak-anak tapi orang dewasa pun kadang menanyakannya. Hal ini merupakan factor yang menyebabkan saya tertarik untuk sedikit memberikan gambaran untuk menjawab pertanyaan tersebut.
Planet bumi adalah planet yang diciptakan Allah dengan segala komponen  yang dibutuhkan oleh makhluk hidup penghuninya. Salah satunya adalah atmosfer (lapisan udara) yang berfungsi multi diantaranya sebagai pelindung bumi dari benda angkasa yang tertarik gravitasi bumi , sebagai selimut bumi, sebagai media penyalur gelombang alat komunikasi, sebagai tempat terjadinya cuaca dan lain sebagainya.
Ternyata atmosfer ini juga yang menyebabkan langit terlihat berwarna biru saat kita memandang  siang hari. Kenapa begitu …?
Atmosfer terdiri dari partikel-partikel. Cahaya matahari saat sampai di lapisan atmosfer akan dihamburkan oleh partikel-partikel yang ada di lapisan ini. cahaya matahari terdiri dari paduan semua warna, dari merah, kuning, hijau, biru, hingga ungu. Warna-warna itu memiliki frekuensi yang berbeda. Merah memiliki frekuensi yang lebih kecil dari kuning, kuning lebih kecil dari hijau, hijau lebih kecil dari biru, biru lebih kecil dari ungu. Semakin besar frekuensi cahaya, semakin kuat cahaya itu dihamburkan.
Warna langit adalah sebagian cahaya matahari yang dihamburkan. Karena yang paling banyak dihamburkan adalah warna berfrekuensi tinggi (hijau, biru, dan ungu), maka langit memiliki campuran warna-warna itu, yang kalau dipadukan menjadi biru terang. Karena warna biru banyak dihamburkan, maka warna matahari tidak putih sempurna, seperti yang seharusnya terjadi jika semua warna dipadukan.
Fenomena yang terjadi di bumi tidak terjadi pada planet atau satelit yang tidak memiliki atmosfer. Warna langitnya akan terlihat hitam meski di saat siang hari.
Semoga coretan kecil ini dapat memberikan pencerahan dan bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar